Bagaimana aib sekecil apapun menjadi sebuah isu besar di Amerika, sebuah review film Confirmation dan Truth

Sudah lama banget pengen bahas film Truth ini sebenarnya, akan tetapi entah mengapa malah asyik bahas film lainnya dan baru kesampaian sekarang sekitar hampir setahun kemudian ketika kemarin nonton film Confirmation yang bercerita kasus yang beda dengan alur cerita yang sangat mirip, kalau Truth bercerita tentang satu kasus yang berhubungan dengan George W Bush di tahun 2004 sedangkan Confirmation bercerita tentang seorang hakim agung Amerika Serikat Clarence Thomas.

Film Truth

Film ini mengisahkan tentang salah satu acara berita terbaik di Amerika yang bernama CBS 60 Minutes, dimana secara mengejutkan membahas tentang salah seorang Presiden Amerika saat itu George W Bush yang  ingin mencalonkan diri menjadi Presiden untuk kedua kalinya, acara tersebut memberitakan bahwa seorang Bush mempunyai satu aib yang tersembunyi dan dianggap tidak pantas memimpin negara karena pernah melalaikan tugasnya sebagai pilot garda nasional Amerika dari tahun 1968-1974

Truth_poster.md
Source : perfecthdmovies.com

Tim investigasinya saat itu adalah Mary Mapes, seorang wanita yang dikenal piawai melakukan suatu investigasi dan dibawakan oleh pembawa acara ternama saat itu yaitu Dan Rathed, hasil investigasi mereka tersebut akhirnya menggemparkan Amerika dan 60 Minutes mencatat keberhasilan yang luar biasa karena hal tersebut, akan tetapi karena kekuatan politik Bush akhirnya berita tersebut dipelintir menjadi satu kebohongan yang luar biasa dan Mary Mapes menjadi sasaran bullying dengan membongkar sisi lain hidupnya yang tidak berhubungan dengan apa yang diberitakannya.

Yang menarik adalah investigasi tersebut sudah lama ada di file Mary Mapes sejak Bush akan mencalonkan diri menjadi Presiden AS di tahun 2000 dan kata-kata Roger Charles seorang anggota tim investigasi Mary saat itu ” kalau saja di tahun 2000 Mary tidak mundur mengerjakan investigasi ini, mungkin saat ini kita akan mempunyai Presiden seorang Al Gore” dan memang fakta sejarah Amerika di pemilihan tahun 2000 itu merupakan pemilihan presiden yang ketat dan penuh kontroversi.

Film Confirmation

Film ini juga kisahnya tentang aib seorang calon petinggi di AS sana, bedanya di film Truth yang dibahas tentang calon presiden kalau di film ini yang dibahas adalah seorang calon hakim agung.

31DEA8F800000578-0-image-a-32_1457140816836
Source : google images

Clarence Thomas yang sudah memukau anggota dewan sebagai salah satu calon hakim agung tiba-tiba harus mendapatkan batu sandungan yang besar, dimana di sepuluh tahun yang lalu sebelum dicalonkan sebagai hakim agung seorang profesor hukum Anita Hill mengklaim bahwa dia pernah dilecehkan secara seksual oleh sang calon hakim agung, sontak hal tersebut membuat anggota dewan yang tinggal melakukan voting dituntut untuk melakukan pembuktian secara utuh dalam sebuah pengadilan dewan.

Film ini juga menampilkan seorang Joe Biden, wakil presiden Amerika saat ini dan dengan penampilan sepanjang film saya pun percaya integritas seorang Biden mengapa dia akhirnya bisa menjadi seorang wakil presiden beberapa tahun berikutnya, sangat dipercaya dan juga sangat menjunjung tinggi nilai sebuah kebenaran.

Pembuktian lewat persidangan di dewan inipun menyedot perhatian masyarakat luas, pembela hak asasi wanita saat itu sangat mendukung langkah Anita Hill dan partai republik yang mencalonkan Clarence Thomas itupun harus berusaha dengan keras memenangkan kembali suara-suara yang hilang karena banyak anggota dewan yang tidak sepakat seorang penjahat seksual menjadi Hakim Agung dinegara mereka.

Kasus Anita Hill ini juga menjadi titik awal kebangkitan UU Amerika yang belum mengatur sebuah pelecehan seksual terhadap perempuan ditempat kerja, sejak kasus Anita Hill ini pula banyak sekali aduan tentang pelecehan seksual yang harus ditangani oleh pihak yang berwajib

Pelajaran dari dua film tersebut

Kalau melihat kasus yang menimpa dua orang, George W Bush dan Clarence Thomas sebenarnya sederhana, Bush hanya dianggap pernah lalai dalam salah satu tugasnya sebagai seorang pilot dan Clarence Thomas melakukan pelecehan seksual, yang mengherankan pelecehan seksual yang dimaksud oleh Anita Hill ini adalah hanya berupa ucapan verbal bukan dengan sentuhan fisik dan itu saja sudah menjadi batu sandungan yang luar biasa.

Dari Kasus Bush saja, berapa orang sih yang sempurna melakukan tugasnya dalam bekerja dan pasti saja ada kelemahan yang dilakukan tapi hal itu saja bisa menjadi titik tolak pantas tidaknya seorang menjadi pemimpini atau tidak.

Clarence Thomas yang tidak melakukan sentuhan fisik itupun sederhana, karena kita pun bahkan sampai saat ini masih suka melakukannya pada lawan jenis dan masih dianggap biasa, dan saya secara pribadi yang bisa dibilang sering melakukan hal tersebut sebagai sebuah guyonan dan ternyata di 10 tahun kemudian ada yang mengaku dilecehkan secara kata-kata seksual ketika saya dicalonkan menjadi pejabat bagaimana malunya.

Tapi pelajaran terbesar sebenarnya adalah, bahwa Amerika yang kita kenal sebagai negara liberal dan bebas, ciuman ditengah jalan, seks diluar nikah dan tinggal serumah dengan pacarnya tapi ternyata tidak mentoleransi sebuah kelalaian, korupsi uang negara dan hal yang berbau pelecehan seksual, apalagi kalau melihat banyak kasus selingkuh yang dilakukan oleh artis ternama banyak dihujat oleh masyarakat disana yang bahkan bisa membuat karir mereka hancur

Kita mungkin sebagai orang timur harus kembali mempertanyakan, seberapa timur kita jika kasus perselingkuhan menjadi hal yang biasa, koruptor masih kita pilih menjadi anggota dewan dan kebohongan pemerintah masih kita bela.

Siapa yang lebih timur ? kita atau warga amerika?

  1. Dear Ezahazarin, i am mostly enjoyed most of your writing commenting the 2 movies i happened to watch. It is true that despite its celebration of being able to free expressing acts, and words, USA will not give excuse for any lies, corruptions, adultery done by their legislators. It is an issue to come up with displaying a good role model necessary to their citizens. Despite their free sex life style in contrast with most of the Asian’s norms and tradition, they despise and refuse similar conducts towards sex when it is conducted by their legislators (relate tho Clinton and Lewinsky’s case). They won’t tolerate that. Thank you for the writing once again, and despite the now-becoming-not-so-secret-anymore adultery, corruption, and their kins happening here in Indonesia, I believe we, Indonesians will not tolerate any misbehavess.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *