(Review) Surat Kecil Untuk Tuhan-sebuah kisah terbaik anak jalanan

Cerita : 8 Tokoh : 7.5 Visualisasi : 9 Sound Effect : 8 Nilai akhir : 8.1/10

Ditemukan Om Rudi di bawah flyover jalanan kumuh Jakarta ketika kecil membuat Anton dan Angel harus menjadi pengamen dan pengemis disepanjang jalan Jakarta, mereka tidak punya pilihan ketika Tante mereka yang menjadi tumpuan sejak kematian orang tuanya ternyata tidak bisa dijadikan tempat tinggal, Paman mereka mempunyai perangai buruk dan mereka kerap jadi sasaran kemarahan. Tapi tinggal di tempat om Rudi juga tidak jauh bedanya, sama-sama neraka.

Setelah lama berlalu, Angel terbangun setiap pagi selama 15 tahun dengan dibayangi mimpi tentang Anton kakaknya, jawaban kerinduannya tentang kakaknya yang terpisah sejak dia kecelakaan dan diselamatkan ibu angkatnya semakin menjadi ketika profesinya sebagai lawyer mempertemukannya dengan orang-orang yang mempunyai nasib serupa membuatnya memutuskan meninggalkan Australia dan mencari kembali kakaknya di Jakarta, meninggalkan orang tua angkatnya dan Martin, seorang Dokter spesialis jantung yang menjadi pacarnya.

Film berdurasi 2 jam ini hampir tidak punya kelemahan sama sekali, sebagai sebuah adaptasi dari sebuah buku best seller mungkin ini rekaan terbaik film Indonesia yang pernah hadir, mulai dari alur cerita sampai plot twist yang tidak terduga di akhir film yang membuat kisah ini terasa sangat sempurna. Kalaupun ada kelemahan pasti itu tertutupi dengan jalan berliku kesedihan sebuah perjuangan yang tergambar.

Fajar Bustomi yang meramu film ini seperti sangat paham betul cerita ini bakal diapakan, seperti tidak ada cela baik dari dialog maupun alur yang biasanya tersendat seperti kebanyakan film Indonesia kebanyakan, sinematografinya begitu sempurna, angle gambar yang tercipta juga jangan main-main setiap fasenya sangat enak dilihat, apalagi dengan latar yang kebanyakan gelap sebagai ciri film perjalanan misteri sebuah kejahatan.

Bunga Citra Lestari maupun Joe Taslim memainkan perannya sangat baik, walaupun ada satu titik dialog yang terkesan agak berlebihan tapi kalau ditonton pemirsa yang tidak terbiasa mengomentari film pasti celah itu tidak terlihat, ada yang lihat? mungkin setelah dengan sangat baik memerankan Ainun, film inilah kedua kalinya bahkan kalau boleh jujur ini adalah penampilan terbaik BCL sebagai aktris peran, kalau Joe Taslim jangan ditanya lagi sebagai aktor yang sudah go international hampir tidak ada adegan yang diperankannya yg salah ekspresi, juga setelah Reza Rahadian, Joe Taslim adalah orang yang paling pas berpasangan dengan BCL, seriouslly chemsitry mereka sangat merekat.

Makna film ini juga pasti akan membuat kita berpikir dua kali untuk suudzon kepada pengemis dan pengamen yang banyak tersebar di Ibukota, Agnes Danovar melalui bukunya seperti menggambarkan secara utuh dalam bukunya bagaimana kisah anak jalan diluar yang kita tahu, penderitaan dan nasib buruk yang selalu membayangi mereka setiap waktu terekam dengan jelas detilnya melalui film ini dan akan membuat kita tergugah untuk kembali memberikan beberapa rupiah kepada mereka setelah kita dicuci otaknya selama ini bahwa mereka malas seperti yang diungkapkan seorang supir taksi ketika membawa Angel pergi dari bandara.

Film ini sangat layak tonton, dengan semua yang tergambar diatas ditambah musik yang sangat cerdas diselipkan sepanjang film membuatnya terasa sempurna, penderitaan Angel dan Anton saat kecil terasa begitu memilukan ketika dibarengi lagu anak-anak yang diaransemen ulang menjadi lebih melow dan mengantarkan kita lebih dalam ke kesedihan yang ditampilkan.

Yang paling berkesan adalah plot twistnya sangat tidak terduga, ketika Angel memeluk Martin di akhir film dan malah kembali terbayang kata-kata Anton disaat mereka berpelukan waktu kecil itu telah terbukti.

“Kakak tidak akan pernah meninggalkan Angel, Kakak akan selalu ada disamping Angel”

Walaupun Anton ternyata sudah mati.

Nonton deh !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *